Pentagon: Tidak beralasan Rusia pandang Amerika Serikat sebagai ancaman

Pentagon: Tidak beralasan Rusia pandang Amerika Serikat sebagai ancaman

Dokumentasi Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, berjabat tangan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, saat keduanya bertemu dalam Sidang Umum PBB di New York, Senin (28/9). Kedua negara meningkatkan anggaran pertahanan mereka. (REUTERS/Kevin Lamarque)

... dalam masa sulit, hubungan profesional dari militer ke militer dapat menolong untuk lebih mengerti apa yang sedang berurusan denganmu, dan kedua, mengatasi risiko dari salah perhitungan...
Washington (ANTARA News) - Pentagon, Senin waktu setempat, mengatakan, tidak ada alasan bagi Rusia memandang Amerika Serikat sebagai ancaman untuk keamanan negaranya. Pada masa Perang Dingin, kedua adidaya dengan konco-konco masing-masing memang saling berhadapan. 

Hal itu dikemukakan setelah Moskow menerbitkan laporan yang menyoroti Washington dan NATO untuk pertama kalinya.

Menurut saluran resmi berita Pentagon, pada dokumen baru keamanan nasional Rusia yang ditandatangani Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada malam tahun baru, menyebutkan Amerika Serikat dan ekspansi aliansi NATO sebagai ancaman.

Pada dokumen sebelumnya pada 2009, Rusia tidak menyebutkan Amerika Serikat atau NATO sebagai ancaman.

"Mereka tidak mempunyai alasan untuk memandang AS sebagai ancaman," kata Juru Bicara Pentagon, Kapten (Kolonel) Jeff Davis, kepada wartawan. "Kami tidak mencari konflik dengan Russia," kata dia menambahkan.

Karakterisasi Rusia mencerminkan hubungan ynag memburuk antara Moskow dan Washington, sebagai dua kekuatan yang menentang Ukraina dan perang sipil di Suriah.

"Kita memiliki perbedaan... tetapi hal itu kesalahan mendasar jika memandang Amerika Serikat sebagai ancaman bagi Russia," Davis menambahkan.

Namun, Amerika Serikat sebelumnya menggunakan bahasa yang sama untuk menggambarkan Moskow.

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Jenderal Joseph Dunford, pada Juli 2015 mengatakan, Rusia merupakan ancaman terbesar bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Pentagon mengatakan, dokumen baru Rusia tidak mengubah penilaian Dunford itu. 

Saat di Stuttgart, Jerman, Senin waktu setempat, Dunford berharap dapat bertemu kolega Rusia-nya, Jendral Valery Gerasimov. 

"Ketika Anda dalam masa sulit, hubungan profesional dari militer ke militer dapat menolong untuk lebih mengerti apa yang sedang berurusan denganmu, dan kedua, mengatasi risiko dari salah perhitungan," kata Dunford.

Dunford juga bertugas kepala penasihat militer untuk presiden dan menteri pertahanan Amerika Serikat.

Comments