20 personel ISIS di Suriah

20 personel ISIS di Suriah

Brigadir Jenderal Jonathan Braga, komandan operasi Sekutu Amerika Serikat (AS) di Suriah. (army.mil)

... Daesh masih menemukan cara untuk bergerak bebas di wilayah yang dikuasai pemerintah ..."
Washington/Amman (ANTARA News) - Serangan kelompok pemberontak dukungan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dan pasukan gabungan dilaporkan menewaskan 20 lebih personel ISIS, dan menahan sejumlah orang lainnya di wilayah gurun selatan Suriah, dekat sebuah pangkalan militer.

Pasukan gabungan tersebut pada Kamis (14/12) mengatakan bahwa Maghawir al Thawra, kelompok pemberontak, dan pihaknya mendeteksi satu iring-iringan di dekat at-Tanf, daerah dekat perbatasan Suriah dengan Yordania dan Irak, pada Rabu (13/12), dan melakukan operasi untuk mencegah iringan itu melakukan serangan bersenjata lebih lanjut.

"Meskipun terdapat pasukan Rusia dan pasukan pro-Suriah di daerah itu, Daesh masih menemukan cara untuk bergerak bebas di wilayah yang dikuasai pemerintah dan menimbulkan ancaman," kata Brigadir Jenderal Jonathan Braga, komandan operasi untuk sekutu militer AS. Daesh adalah akronim bahasa Arab untuk kelompok ISIS.

Pejabat AS, yang memberikan keterangan dengan syarat tidak disebutkan namanya, kepada Reuters mengatakan bahwa iring-iringan itu berada dalam jarak 55 kilometer di sekitar markas Tanf, tempat pasukan khusus AS beroperasi.

Seorang pejabat AS lainnya mengatakan bahwa lebih dari belasan petempur telah ditangkap oleh kelompok pemberontak dukungan Pentagon.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa petempur IS telah bergerak bebas melalui daerah-daerah yang dikendalikan oleh pasukan rezim pro-Suriah.

"Ini adalah kedua kalinya dalam bulan ini sekelompok kecil dan iring-iringan Daesh bergerak dari Suriah timur menuju daerah selatan melalui wilayah yang dikuasai oleh pemerintah Suriah, pasukan Rusia dan milisi Syiah," kata Kolonel Muhanad al Talaa, komandan Maghawir al Thawra.

"Ada iringan Daesh yang bergerak dan pasukan rezim serta Rusia tidak melihat mereka, inilah masalahnya," kata Talaa menambahkan.

Comments